Pages

Thursday, September 6, 2018

Stok Minyak Dunia Naik, ICP Turun Jadi 69,36 dolar AS per Barel

JAKARTA, iNews.id - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia berdasarkan perhitungan Formula Indonesian Crude Price (ICP) bulan Agustus 2018 mencapai 69,36 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, turun  sebesar 1,33 dolar AS per barel dari 70,68 dolar AS per barel pada bulan Juli 2018.

“Sementara ICP SLC juga mengalami penurunan sebesar 2,03 dolar AS per barel  dari 72,05 dolar AS per barel  pada Juli 2018 menjadi 70,02 dolar AS per barel,” kata Tim Harga Minyak Indonesia dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (6/9/2018).

Harga minyak mentah utama di pasar Internasional mengalami penurunan yang diakibatkan oleh beberapa faktor yakni peningkatan suplai minyak mentah dari negara-negara non-OPEC. Berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) bulan Agustus 2018,  proyeksi suplai minyak mentah dari negara negara non-OPEC meningkat sebesar 2 juta barel per hari di tahun 2018 menjadi sebesar 59,9 juta barel per hari.

Selain itu, berdasarkan publikasi OPEC bulan Agustus 2018, peningkatan pasokan dari negara negara non-OPEC disebabkan oleh peningkatan suplai minyak mentah di Amerika Serikat (AS) dikarenakan kenaikan harga minyak di bulan sebelumnya, yang mengerek produksi shale oil. Selain itu, terdapat peningkatan produksi minyak mentah Brasil dari 11 proyek baru di daerah Santos Basin yang diprediksi menyimpan cadangan minyak yang besar, kenaikan produksi oil sands di Kanada dan Rusia, serta terkereknya produksi dari Meksiko dan Norwegia.

“Faktor lainnya adalah peningkatan suplai minyak mentah dari negara negara OPEC berdasarkan Publikasi OPEC bulan Agustus 2018, sebesar 41.000 barel per hari menjadi 32,323 juta barel per hari, yang berasal dari beberapa negara antara lain Kuwait, Nigeria, UEA dan Irak,” kata Tim Harga Minyak Indonesia.

Penyebab lainnya adalah peningkatan stok produk AS pada Agustus 2018 dibandingkan Juli 2018. Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA) pasokan gasoline AS naik sebesar 1,8 juta barel menjadi 232,8 juta barel dan Distillate Fuel Oil AS naik sebesar 5,8 juta barel menjadi 130 juta barel.

Selain itu karena kondisi ketegangan geopolitik dan krisis ekonomi. AS berencana menerapkan sanksi untuk Iran dan mengimbau beberapa negara antara lain India, China dan Jepang, untuk berhenti melakukan impor minyak mentah dari negara itu. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan supply-demand minyak mentah Iran, dan membuat beberapa negara OPEC meningkatkan produksinya untuk menjaga kestabilan pasokan minyak mentah.

Terganggunya kondisi ekonomi Turki, yang diindikasikan dapat mempengaruhi negara Eropa dan berkembang lainnya. Terakhir, penerapan kebijakan fuel efficiency di beberapa negara antara lain China, India dan Brazil dan juga substitusi bahan bakar minyak dengan komoditas energi lainnya seperti listrik, gas dan biofuel dan menguatnya dolar AS mendorong penurunan daya beli minyak mentah, juga menjadi sebab kenaikan harga minyak mentah internasional.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Masih berlanjutnya perang dagang antara AS dan Tiongkok yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dunia, sehingga mengakibatkan penurunan permintaan minyak mentah.

Penurunan permintaan minyak mentah Jepang pada sektor transportasi dan industri, serta untuk pembangkit listrik, akibat penggunaan gas sebagai energi alternatif.

Selengkapnya perkembangan  harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Agustus 2018 dibandingkan Juli 2018 sebagai berikut:

Dated Brent turun sebesar 1,73 dolar AS per barel dari 74,35 dolar AS per barel menjadi 72,62 dolar AS per barel.

WTI (Nymex) turun sebesar 2,73 dolar AS per barel dari 70,58 dolar AS per barel menjadi 67,85 dolar AS per barel.

Basket OPEC turun sebesar 1,17 dolar AS per barel dari 73,27 dolar AS per barel menjadi 72,10 dolar AS per barel.

Brent (ICE) turun sebesar 1,11 dolar AS per barel dari 74,95 dolar AS per barel menjadi 73,84 dolar AS per barel.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

https://www.inews.id/finance/read/238957/stok-minyak-dunia-naik-icp-turun-jadi-69-36-dolar-as-per-barel

No comments:

Post a Comment