
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hingga akhir Agustus defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mencapai Rp150,7 triliun atau 1,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, dibanding tahun lalu, defisit tersebut sudah mengalami perbaikan sebesar Rp74 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, defisit APBN mencapai Rp224,9 triliun.
“Untuk defisit APBN secara total, juga menunjukkan hal yang sama yaitu tahun lalu defisitnya adalah Rp224,9 triliun atau 1,65 persen dari PDB. Sekarang posisi 31 Agustus 2018, defisit kita adalah Rp150,7 triliun. Penurunan defisit kita secara nominal adalah Rp74 triliun,” katanya dalam pemaparan realisasi APBN KiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/9/2018).
Sri Mulyani menambahkan, realisasi defisit itu berasal dari pendapatan negara sebesar Rp1.152,8 triliun atau 60,8 persen dari target yang terdiri dari penerimaan perpajakan termasuk bea cukai sebesar Rp907,54 triliun. Sementara, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp240,29 triliun atau 87,24 persen dari target APBN 2018 atau tumbuh 24,30 persen.
"Hal yang positif lain dari pendapatan negara adalah penerimaan Negara Bukan Pajak yang mencapai Rp240 triliun dan itu artinya sudah mencapai 87,2 persen dari total target kita tahun ini. Dan ini artinya tumbuh 24,3 persen dari tahun lalu. Tahun lalu, PNBP kita sudah tumbuh sangat tinggi 20,2 persen, tahun ini masih tinggi lagi 24,3 persen," ujarnya.
Selanjutnya, belanja negara tercatat Rp1.303,49 triliun atau 58,70 persen dari pagu APBN, atau meningkat 8,78 persen. Jumlah itu berasal dari belanja pemerintah pusat Rp802,17 triliun atau 55,15 persen dari target dan transfer ke daerah dan dana desa Rp501,3 triliun.
"Untuk transfer pertumbuhannya sedikit agak negatif dibandingkan tahun lalu 0,3 persen. Ini terutama dikaitkan dengan transfer ke daerah maupun dana desa yang dua-duanya realisasinya lebih rendah dibandingkan posisi tahun lalu pada akhir Agustus yaitu Rp465,1 triliun untuk transfer ke daerah dibandingkan Rp466,1 triliun tahun lalu sehingga pertumbuhannya negatif 0,2 persen. Sedangkan dana desa kita sudah merealisir Rp36,2 triliun ini sedikit lebih rendah dari tahun lalu yang pada posisi akhir Agustus Rp36,5 triliun," ujarnya.
Editor : Ranto Rajagukguk
https://www.inews.id/finance/read/254961/akhir-agustus-defisit-apbn-tembus-rp150-7-triliun
No comments:
Post a Comment