
JAKARTA, iNews.id - Bank Dunia (World Bank) memperkirakan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap ada meski tak besar. Namun, risiko yang berkaitan dengan krisis keuangan dinilai hampir tidak ada.
Ekonom Bank Dunia Frederico Gil Sander mengatakan, risiko itu dapat ditekan karena adanya koordinasi kebijakan yang baik dan fundamental ekonomi yang kuat. Alasan lainnya, didukung adanya cadangan devisa yang tetap sehat sebesar nilai impor selama delapan bulan.
"Meskipun ada intervensi untuk meminimalkan gejolak, Bank Indonesia telah menjaga cadangan devisa dengan membiarkan depresiasi berjalan sesuai dengan nilai di pasar dibandingkan mempertahankan nilai tukar yang tetap," kata Frederic di Gedung Energi, Jakarta, Kamis (20/9/2018).
Dia juga menambahkan, kebijakan moneter juga telah diperketat untuk menjaga perbedaan suku bunga dengan Amerika Serikat. Demikian pula, kebijakan fiskal telah secara konsisten dilakukan secara hati-hatian.
"Defisit tetap rendah dan utang pemerintah kurang dari setengah ambang batas legal sebesar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), di mana 58 persennya dalam mata uang lokal," katanya.
Pada saat yang sama, sektor perbankan dan keuangan tetap sehat, pertumbuhan kredit meningkat dan struktur permodalan bank tetap sehat dengan tingkat kredit macet yang rendah. "Yang paling penting adalah otoritas fiskal dan moneter, serta eksekutif telah memberikan sinyal yang konsisten dan kuat bahwa mereka memprioritaskan stabilitas dan akan terus bertindak sesuai dengan komitmen tersebut," tuturnya.
Bank Dunia (World Bank) juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dan 2019 mencapai 5,2 persen. Meski ketidakpastian global masih tetap menghantui, ekonomi nasional diprediksi masih melaju cukup positif.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A Chaves menuturkan, penguatan pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh investasi yang kokoh, inflasi stabil, dan pasar tenaga kerja yang kuat.
"Komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas bersama dengan mengeluarkan kebijakan yang tegas dan terkoordinasi, serta fundamental ekonomi makro yang kuat telah meningkatkan ketahanan Indonesia di tengah naiknya ketidakpastian global," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indoensia dan Timor Leste, Rodrigo A Chaves.
Editor : Ranto Rajagukguk
https://www.inews.id/finance/read/254005/bank-dunia-sebut-potensi-ri-kena-krisis-kecil-ini-alasannya
No comments:
Post a Comment