Mihajlovic mengungkapkan bahwa dirinya terkena kanker dalam sesi jumpa pers pada Sabtu (13/7) waktu setempat. Hal itu pula yang membuat mantan pemain Lazio dan Inter Milan itu tidak ikut dengan tim dalam tur pramusim di Kastelruth, Italia Selatan.
"Saya tidak sabar untuk pergi ke rumah sakit dan memulai pertarungan. Ini penyakit yang agresif, namun bisa dikalahkan. Saya jelaskan hal itu juga ke pemain," ujar Mihajlovic.
Sinisa Mihajlovic akan tetap mendampingi timnya meski menderita kanker darah. (AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE) |
Mihajlovic mengaku bersedia membuka soal peyakit yang dideritanya karena tidak ingin orang-orang berspekulasi. Ia mengungkapkan empat bulan sebelumnya sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa ia terserang leukimia.
"Kami melakukan beberapa kali tes yang menunjukkan ada suatu anomali yang tidak saya miliki empat bulan lalu. Saya akan mengatakan yang sebenarnya, bagaimana keadaannya. Dokter akan terus memberi Anda informasi terbaru," ucap Mihajlovic.
Pelatih berusia 50 itu mengaku sangat terpukul saat mengetahui dirinya menderita kanker. Mihajlovic mengaku salah satu bagian tersulit adalah menyembunyikan penyakit tersebut dari sang istri.
"Ketika saya mendapatkan kabar tersebut, saya benar-benar terpukul. Saya hanya duduk berhari-hari dan menangis, seolah hidup Anda lewat di depan mata. Namun tidak ada tangis ketakutan di sana."
Mihajlovic ditunjuk sebagai pelatih Bologna pada Januari lalu. Sepanjang karier pelatihnya, ia pernah menukangi AC Milan, Sampdoria, Fiorentina, dan timnas Serbia.Semasa aktif jadi pemain, Mihajlovic kerap dipuji karena punya tendangan bebas menakutkan. Mantan pemain timnas Serbia itu meraih scudetto bersama Lazio dan Inter saat berkarier sebagai pemain. (jal)
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20190714014329-142-411899/mihajlovic-bertarung-lawan-kanker-darah/
Sinisa Mihajlovic akan tetap mendampingi timnya meski menderita kanker darah. (AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE)
No comments:
Post a Comment