Kepastian itu menepis kabar yang menyebut Hendra bakal pensiun di akhir 2019. Sebab, ia masih ingin tampil dan meraih gelar juara di Olimpiade 2020 Tokyo bersama pasangannya, Mohammad Ahsan.
"Tidak sih sepertinya. Masih ada 2020. Jadi motivasi, kami [bersama Ahsan] belum pernah dapat [medali emas] Olimpiade. Semoga bisa lolos ke sana karena itu jadi target jangka panjang," kata Hendra menjawab pertanyaan wartawan soal kabar bakal pensiun setelah Indonesia Open 2019, usai konferensi pers di Istora Senayan, Senin (15/7).
Di Indonesia Open, Hendra sudah dua kali tampil sebagai juara dengan pasangan berbeda. Gelar pertamanya diraih pada 2005 bersama Markis Kido, kemudian pada 2013 ketika ia kali pertama dipasangkan bersama Ahsan.
Pada penampilan terakhirnya di 2018, Hendra bersama Ahsan terhenti di babak pertama. Kala itu, keduanya dikalahkan kompatriotnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Hendra Setiawan (kiri) saat meraih medali emas Olimpiade 2008 bersama Markis Kido. (GOH CHAI HIN / AFP) |
"Bisa jadi undian sekarang jadi keuntungan buat kami karena makin banyak yang masuk ke perempat final atau semifinal lebih baik buat ganda putra kita," ujarnya.
Setelah memutuskan keluar dari pelatnas dan tampil profesional, Hendra sempat berpasangan dengan pebulutangkis Malaysia, Tan Boon Heong. Namun, keduanya resmi berpisah dan Hendra kembali berpasangan dengan Ahsan.
"[Berpasangan dengan Ahsan] ya sudah sama-sama tahu, sama-sama tujuannya itu sudah cukup. Biasanya strategi besok lawan siapa baru dibicarakan serius.""Pastinya harus ada target buat saya. Jadi kalau main tidak ada target, istilahnya tidak ada tujuan, jadi yang pertama harus ada target dahulu," tutur Hendra. (bac)
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20190715174415-170-412320/indonesia-open-2019-bukan-laga-terakhir-hendra/
Hendra Setiawan (kiri) saat meraih medali emas Olimpiade 2008 bersama Markis Kido. (GOH CHAI HIN / AFP)
No comments:
Post a Comment