
JAKARTA, iNews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat tajam di pasar spot pada perdagangan Senin (15/7/2019) sore. Kurs rupiah tembus ke bawah level Rp14.000.
Posisi ini merupakan yang terkuat dalam lima bulan terakhir. Mata uang Garuda berada di bawah Rp14.000 per dolar AS terakhir kali pada pertengahan Februari 2019.
Mengutip data Bloomberg, rupiah berakhir di level Rp13.919 per dolar AS, menguat 88 poin atau 0,63 persen dibanding posisi kemarin Rp14.007 per dolar AS.
Pada awal perdagangan hari ini, rupiah dibuka menguat di Rp13.993 dolar AS dan terus naik. Sejak awal tahun, rupiah tercatat masih unggul atas greenback sebesar 3,27 persen.
Data Reuters menunjukkan kurs rupiah juga menguat ke Rp14..924. Sepanjang sesi perdagangan, kurs domestik bergerak pada kisaran 13.895 -14.110.
Berdasarkan data kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.970 per dolar AS.
Analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnusbroto menyebut, rupiah diselimuti sentimen positif dari eksternal dan internal. Dari eksternal, kurs rupiah ditopang rencana pelonggaran moneter The Fed sementara dari internal didorong pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
"Penguatan rupiah didorong sinyal dovish The Fed dan kondisi politik domestik yang semakin kondusif," ucap dia.
Selain itu, Rully mengatakan, sentimen domestik juga akan datang dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diumumkan pekan ini. Bank sentral diperkirakan akan mengikuti langkah The Fed memangkas suku bunga.
"Kami perkirakan BI akan memangkas 25 bps jadi 5,75 persen," tutur dia.
Editor : Rahmat Fiansyah
https://www.inews.id/finance/makro/tembus-ke-level-rp13900-kurs-rupiah-terkuat-dalam-5-bulan-terakhir/594769
No comments:
Post a Comment