
"Anggaran (aparatur) naik semata-semata untuk peningkatan sosialisasi," ujar Jonan. Berikutnya, usulan belanja publik non fisik mengambil porsi 16,66 persen atau Rp1,61 triliun. Angka itu naik 54,8 persen dibandingkan alokasi tahun ini. Berdasarkan jenis belanja, usulan anggaran terbesar dialokasikan untuk belanja barang sebesar Rp4,94 triliun atau mengambil porsi 51,06 persen. Usulan ini naik 63,57 persen dibandingkan pagu anggaran tahun ini yang sebesar Rp3,02 triliun. Berikutnya, belanja modal diusulkan sebesar Rp3,82 triliun atau mengambil porsi 39,48 persen dari total anggaran. Usulan belanja modal ini meningkat 238 persen dibandingkan pagu tahun ini sebesar Rp1,13 triliun.
Terakhir, usulan alokasi belanja pegawai sebesar Rp910 miliar atau memiliki porsi 9,46 persen. Usulan ini naik 8,3 persen dibandingkan pagu anggaran tahun ini, yakni Rp840 miliar. "Belanja pegawai tak banyak berubah. Kenaikan ini berasal dari tunjangan kinerja sedikit dan gaji ke-13," jelasnya. Berdasarkan unit kerja, Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) mendapatkan alokasi anggaran terbesar senilai Rp4, 46 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk belanja aparatur sebesar Rp154, 89 miliar, belanja publik nonfisik Rp64,26 miliar, dan belanja fisik Rp4,24 triliun. Belanja fisik Direktorat Jenderal Migas utamanya untuk pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 293.533 sambungan rumah tangga senilai Rp3,52 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Ditjen Migas juga akan menjalankan program converter kit BBM ke Bahan Bakar Gas untuk nelayan dan petani sebanyak 50 ribu paket yang membutuhkan anggaran Rp432, 5 miliar. Ditjen migas juga akan melaksanakan program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg sebanyak 522.616 paket senilai Rp266,5 miliar. (sfr/bir) https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190620155857-532-405012/kementerian-esdm-ajukan-anggaran-rp967-triliun-di-rapbn-2020/
No comments:
Post a Comment